Jumat, 27 Maret 2009

Danau Nibung Objek Wisata Andalan Kabupaten Muko Muko

Harry - Wisatanet.com
Danau Nibung, objek wisata yang terletak di Desa Ujung Pandang, Kecamatan Muko Muko Utara, Kabupaten Muko Muko, Provinsi Bengkulu, menjadi objek wisata andalan kabupaten setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Edi Nevian ketika dikonfirmasi di Bengkulu, Minggu (25/5) menegaskan, danau tersebut merupakan salah satu objek wisata andalan di Muko Muko.

"Selama ini danau tersebut memang belum dikenal, tapi cukup banyak pengunjung yang datang terutama warga setempat," katanya.

Ia mengaku, akan mempromosikan danau itu sehingga diharapkan akan lebih banyak lagi wisatawan yang datang, terutama dari luar daerah dan manca negara.

Danau Nibung, kata dia, lokasinya mudah dijangkau dan hanya berjarak 6 km dari Kota Muko Muko, ibu kota Kabupaten Muko Muko.

Sedangkan dari Bandara Fatmawati Kota Bengkulu, berjarak sekitar 300 km dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum.

"Kita mempunyai banyak objek wisata, dan Danau Nibung merupakan salah satunya. Kita yakin ke depan danau tersebut akan menjadi salah satu objek yang banyak dikunjungi," ujarnya.
Sumber: media-indonesia.com

Sabtu, 21 Maret 2009

Daftar Nama Danau dan Waduk di Indonesia Diurutkan Berdasarkan Abjad

Danau Airhitam Berada si Provinsi Sumatra Selatan
Danau Ancueloot Berada si Provinsi DI Aceh
Danau Anggi Giji Berada si Provinsi Papua
Danau Anggi Gita Berada si Provinsi Papua
Danau Bambenan Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Bangkau Berada si Provinsi Kalimantan Selatan
Danau Batu Berada si Provinsi Bali
Danau Batu Jai Berada si Provinsi Nusa Tenggara Barat
Danau Bekuan Berada si Provinsi Kalimantan Barat
Danau Belida Berada si Provinsi Kalimantan Barat
Danau Biru Berada si Provinsi Papua
Danau Bitin Berada si Provinsi Kalimantan Selatan
Danau Bratan Berada si Provinsi Bali
Danau Buyan Berada si Provinsi Bali
Danau Cembulu Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Danau Berada si Provinsi Sulawesi Utara
Danau Dendam Tak Sudah Berada si Provinsi Bengkulu
Danau Di Atas Berada si Provinsi Sumatra Barat
Danau Di Bawah Berada si Provinsi Sumatra Barat
Danau Dipacampat Berada si Provinsi Jambi
Danau Emas Berada si Provinsi Bengkulu
Danau Ganting Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Gatel Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Genali Berada si Provinsi Kalimantan Barat
Danau Jembawan Berada si Provinsi Sumatra Selatan
Danau Jempang Berada si Provinsi Kalimantan Timur
Danau Jepara Berada si Provinsi Lampung
Danau Kalimutu/Telaga Tiga Warna Berada si Provinsi Nusa Tenggara Timur
Danau Kawah Ijen Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Kawah Kelut Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Kenamfui Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Kerinci Berada si Provinsi Sumatra Barat
Danau Laut Realoih Berada si Provinsi DI Aceh
Danau Laut Tawar Berada si Provinsi DI Aceh
Danau Limboto Berada si Provinsi Sulawesi Utara
Danau Limut Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Lindu Berada si Provinsi Sulawesi Tengah
Danau Linouw Berada si Provinsi Sulawesi Utara
Danau Lubuk Deling Berada si Provinsi Sumatra Selatan
Danau Mahalona Berada si Provinsi Sulawesi Selatan
Danau Maninjau Berada si Provinsi Sumatra Barat
Danau Matana Berada si Provinsi Sulawesi Selatan
Danau Matur Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Melintang Berada si Provinsi Kalimantan Timur
Danau Mepara Berada si Provinsi Kaflmantan Tengah
Danau Moat Berada si Provinsi Sulawesi Utara
Danau Pacai Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Pangkalan Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Paninai Berada si Provinsi Papua
Danau Poso Berada si Provinsi Sulawesi Tengah
Danau Ranau Berada si Provinsi Batas Lampung & SumSel
Danau Rawa Dano Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Rawa Kelindingan Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Rawa Pening Berada si Provinsi Jawa Tengah
Danau Raya Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Rombebai Berada si Provinsi Papua
Danau Segara Anak Berada si Provinsi NTB
Danau Semayang Berada si Provinsi Kalimantan Timur
Danau Sembuluh Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Sentani Berada si Provinsi Papua
Danau Sentarum Berada si Provinsi Kalimantan Barat
Danau Sidenreng Berada si Provinsi Sulawesi Selatan
Danau Singkarak Berada si Provinsi Sumatra Barat
Danau Sipin Berada si Provinsi Jambi
Danau Situ Bagendit Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Situ Cileunca Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Situ Langkung Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Situ Lengkong Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Situ Sipanunjang Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Tage Berada si Provinsi Papua
Danau Tambara Berada si Provinsi Nusa Tenggara Barat
Danau Tamblingan Berada si Provinsi Bali
Danau Tang Berada si Provinsi Kalimantan Barat
Danau Telaga Menjer Berada si Provinsi Jawa Tengah
Danau Telaga Patenggang Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Telaga Sarangan Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Teloko Berada si Provinsi Sumatra Selatan
Danau Tempe Berada si Provinsi Sulawesi Selatan
Danau Terusan Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Tes Berada si Provinsi Bengkulu
Danau Tete Berada si Provinsi Kalimantan Tengah
Danau Ti Bi Berada si Provinsi Papua
Danau Toba Berada si Provinsi Sumatra Utara
Danau Tondano Berada si Provinsi Sulawesi Utara
Danau Tonjidat Berada si Provinsi Papua
Danau Towuti Berada si Provinsi Sulawesi Selatan
Danau Waduk Cacaban Berada si Provinsi Jawa Tengah
Danau Waduk Cengklik Berada si Provinsi Jawa Tengah
Danau Waduk Cirata Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Waduk Darma Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Waduk Gajah Mungkur Berada si Provinsi Jawa Tengah
Danau Waduk Gonclang Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Waduk Jatiluhur Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Waduk Karangkates Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Waduk Klampis Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Waduk Lahor Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Waduk Melahayu Berada si Provinsi Jawa Tengah
Danau Waduk Ngebel Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Waduk Riam Kanan Berada si Provinsi Kalimantan Selatan
Danau Waduk Saguling Berada si Provinsi Jawa Barat
Danau Waduk Selarego Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Waduk Sempor Berada si Provinsi Jawa Tengah
Danau Waduk Wadas Lintang Berada si Provinsi Jawa Tengah
Danau Waduk Way Rarem Berada si Provinsi Lampung
Danau Waduk Widas Berada si Provinsi Jawa Timur
Danau Yamur Berada si Provinsi Papua
Danau Yawasi Berada si Provinsi Papua

Danau Mas Rejang Lebong Bengkulu Belum Berkilau


KABUT cukup tebal menyelimuti kawasan pegunungan itu pada Minggu pagi pekan terakhir Desember 2004. Di jalan, pengendara kendaraan bermotor beroda empat dan dua menyalakan lampu.

DI sebuah lembah yang dikitari oleh perbukitan, sekelompok ibu-ibu pedagang tengah menata dagangan mereka di atas meja-meja. Sekelompok pemuda berjaket tengah berkerumun di tempat parkir kendaraan yang masih kosong. Beberapa orang di antara mereka tengah merokok, mungkin untuk mengurangi udara dingin. Dua orang di antara mereka lalu mencoba menyalakan api di setumpukan kayu, persis di batas luar lahan parkir.

Kecuali ibu-ibu pedagang dan kelompok pemuda, tidak ada orang lain terlihat di kawasan itu. Kesan sepi terasa menaungi kawasan berhawa sejuk tersebut. Di kejauhan, di punggung-punggung bukit yang mengelilingi danau dan kebetulan tidak diselimuti kabut, tanaman sayuran berbagai jenis terlihat hijau subur. Samar-samar terlihat sejumlah petani tengah memetik sayuran di kebun mereka. Pemandangan dan udara pagi terasa segar.

"Pada hari Minggu seperti sekarang ini biasanya pada siang nanti pasti akan datang banyak pengunjung. Akan tetapi mungkin saja hari ini sepi, tergantung hujan turun atau tidak," ucap Darmawan, salah seorang pemuda di tempat parkir.

Kendati senyap masih menyergap, kawasan wisata Danau Mas di Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, itu terasa menyimpan potensi keindahan alami yang menawan. Meskipun obyek wisata yang ditawarkan hanyalah berupa danau di perbukitan, kawasan itu tetap menawan bagi pengunjung yang datang. Terlebih lagi, kawasan Rejang Lebong sedikit memiliki obyek wisata. Kawah Bukit Kaba dan Air Panas Suban hanyalah dua lokasi wisata lain yang menjadi pilihan wisatawan di daerah itu.

Danau Mas terletak sekitar 19 kilometer dari Curup, ibu kota Kabupaten Rejang Lebong, atau sekitar 25 kilometer dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Danau ini terletak di tepi jalan yang menghubungkan dua kota bertetangga tetapi lain provinsi tersebut.

Lokasi Danau Mas akan dengan mudah terlihat oleh para pengguna jalan yang tengah melintas. Letak danau yang berada di lembah, persis di bagian bawah tepi jalan, memudahkan pemakai jalan untuk melihatnya.

"Pengunjung yang datang ke sini, sebagian memang pemakai jalan yang tengah melintas, baik ke arah Lubuk Linggau maupun ke arah Curup dan Bengkulu," kata seorang tukang parkir.

DANAU Mas memang menjadi pilihan yang menarik untuk sekadar menghilangkan penat, terutama bagi warga Kota Bengkulu dan daerah pantai lain di Bengkulu. Dengan datang ke lokasi wisata ini, paling tidak warga yang umumnya berdiam tak jauh dari pantai mendapatkan suasana lain, yakni pegunungan, termasuk udaranya yang sejuk dan segar.

Warga Lubuk Linggau pun hanya memiliki pilihan lokasi wisata berhawa sejuk di Danau Mas. Perbedaan iklim dan suhu udara menjadikan kawasan wisata ini menjadi pilihan yang tidak boleh ditinggalkan. Apalagi di Lubuk Linggau tidak ada lokasi wisata berudara sejuk seperti Danau Mas.

Namun sayang, potensi begitu besar yang dapat mendukung berkembangnya bisnis wisata danau tersebut rupanya belum menjadi prioritas pemerintah daerah setempat untuk mengembangkannya. Fasilitas pendukung tempat wisata itu jauh dari memadai.

Untuk penunjang wisata utama, yaitu danau, misalnya, saat ini hanya tersedia beberapa sepeda air. Terbatasnya fasilitas pendukung itu menyebabkan pengunjung yang hendak bermain-main di danau kerap harus lama antre bersama pengunjung lain.

Fasilitas pendukung lain hanya berupa taman di bawah pepohonan di sisi timur danau. Di lokasi ini terdapat pula beberapa kursi ayun besi, yang biasa digunakan bermain oleh anak- anak atau pasangan muda-mudi yang tengah berpacaran. Meski dengan fasilitas terbatas, tempat di tepi danau ini tetap cukup lumayan bagi keluarga yang hendak melepas penat dan bagi anak-anak mereka yang mendapat hiburan sehat.

Dengan fasilitas yang masih terbatas, Danau Mas tetap menjadi pilihan warga untuk berkunjung karena memang tidak ada pilihan tempat wisata sejenis di kawasan itu. Menurut Burmawi, pengelola Danau Mas, pada hari Minggu atau hari libur rata-rata 300 pengunjung datang ke tempat wisata alam tersebut.

"Jumlah pengunjung akan semakin banyak pada waktu digelar panggung hiburan di tempat ini," katanya.

Pada hari-hari biasa, ungkap Burmawi, jumlah pengunjung tak terlalu banyak. Jumlahnya hanya puluhan orang. Ia mengakui, masih sedikitnya pengunjung yang datang ke danau dengan nama resmi Danau Mas Harun Bastari itu memang karena masih terbatasnya fasilitas pendukung.

Saat ini di sekitar kawasan danau seluas 36 hektar yang dibuka sebagai tempat wisata pada tahun 1980-an tersebut hanya terdapat tiga vila dan satu hotel. Semuanya itu dikelola oleh swasta.

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sendiri sebenarnya tak tinggal diam. Malah pemerintah kabupaten telah mengalokasikan anggaran belasan miliar rupiah untuk membangun kawasan wisata Danau Mas yang lebih representatif. Selain akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung danau dan taman di sekelilingnya, sebanyak 100 vila juga akan dibangun di perbukitan di atas danau.

Hingga pembangunan terhenti, seperti yang terlihat pada akhir Desember 2004, sebanyak 53 vila telah dibangun. Dari lokasi di ketinggian itu, Danau Mas dan sekitarnya bisa terlihat. Sementara untuk kawasan danau sendiri belum ada penambahan fasilitas pendukung, termasuk rencana membangun rumah makan di pulau yang ada di tengah danau. Belum jelas mengapa rencana besar itu terhenti.

Terhentinya proyek pembangunan Danau Mas tentu saja menyebabkan danau tersebut tetap merana. Pengunjung pun tetap hanya bisa menikmati fasilitas wisata yang terbatas. Danau Mas memang belum sekemilau seperti namanya. Kemilau Danau Mas masih tertutup kabut setumpuk permasalahan pengelolaannya. (AGUS MULYADI)

di copy dari kompas.com

Jumat, 20 Maret 2009

Lebong Kacamata Objek Wisata di Kabupaten Lebong

Harry - Wisatanet.com
Lebong Kacamata, merupakan areal pertambangan emas masyarakat di Kabupaten Lebong, yang kini menjadi objek wisata yang cukup banyak dikunjungi wisatawan.

"Lokasi itu dinamakan Lebong Kacamata, karena banyak lubang-lubang tambang emas yang digali oleh masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Edi Nevian di Bengkulu.

Lubang-lubang tambang yang banyak terdapat di lokasi itu, menurut dia, justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Para pengunjung, selain bisa melihat lubang tambang juga dapat menyaksikan aktivitas masyarakat yang sedang menggali tanah/batu mencari emas juga proses pemisahan biji emas.

Edi juga menjelaskan, lokasi tersebut awalnya merupakan areal pertambangan yang dikelola oleh pemerintah penjajahan Belanda, yang kemudian dijadikan pertambangan rakyat.

Mengenai jarak tempuh, menurut dia, cukup lancar dengan jarak sekitar 120 Km dari Bandara Fatmawati, Kota Bengkulu.

Di Provinsi Bengkulu saat ini terdapat 80 objek wisata yang terindentifikasi dan memiliki kekhasan. Dari jumlah itu sebanyak 14 di antaranya merupakan pantai, delapan tirta (air), 22 tempat bersejarah dan 36 panorama alam.
Sumber: media-indonesia.com

Info untuk kenyamanan perjalanan wisata anda.

Danau Dendam Tak Sudah




Harry - Wisatanet.com
Danau Dendam Tak Sudah (DTS), merupakan salah satu objek wisata andalan yang banyak dikunjungi para wisatawan, dan habitat flora langka anggrek pensil (Fanda hookeriana).

"Anggrek pensil ini hanya hidup di tempat tertentu dan Danau DTS merupakan salah satunya. Karena itu bagi wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut bisa melihat secara langsung flora langka tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Edi Nevian di Bengkulu, Sabtu.

Danau yang juga merupakan salah satu tempat memancing tersebut, berlokasi di Kota Bengkulu, berjarak sekitar delapan kilometer dari Bandara Fatmawati Bengkulu.

Lokasi danau yang tepat berada di pinggir jalan utama yang menghubungkan Kota Bengkulu dengan Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong, menjadikan tempat itu mudah dijangkau oleh pengunjung.

"Dari pusat Kota Bengkulu, pengunjung bisa langsung datang ke danau itu dengan mengunakan angkutan umum, atau bagi yang ingin menyewa kendaraan sudah tersedia di Bandara Fatmawati," katanya.

Danau ini termasuk dalam kawasan konservasi Cagar Alam Dusun Besar (CADB), karena itu kelestariannya terjamin. Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas usaha yang dapat mengganggu kelestarian obyek wisata itu.

Pada saat musim kembang, bunga-bunga ini bermekaran memberikan panorama yang indah dan alami. Disekitar lokasi terdapat juga persawahan yang membentang luas menambah keindahan suasana pedesaan.

Selain sebagai obyek wisata, danau tersebut juga merupakan sumber air bagi hambaran sawah penduduk yang berada di sekitarnya.
Sumber: media-indonesia.com

Info untuk kenyamanan perjalanan wisata anda.

Telaga Putri Tujuh Warna Objek Wisata Andalan Bengkulu




Harry - Wisatanet.com
Dari puluhan objek wisata yang ada di Provinsi Bengkulu, Telaga Puteri Tujuh Warna merupakan tempat yang paling unik sehingga dijadikan salah satu objek andalan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Edi Nevian di Bengkulu, Sabtu (22/3) menjelaskan, keunikan dari objek wisata itu yakni dari tujuh telaga yang ada warna airnya berbeda-beda, yaitu biru, merah, cokelat, hitam, putih, abu-abu, dan merah muda.

"Ketujuh telaga tersebut diberinama sesuai warnanya, yaitu Telaga Biru, Telaga Merah, Telaga Cokelat, Telaga Hitam, Telaga Putih, Telaga Abu-Abu, serta Telaga Merah Muda," katanya.

Penyebab warna air telaga yang berbeda-beda tersebut diperkirakan karena dipengaruhi warna dasar telaga tersebut," katanya.

Telaga Putri Tujuh Warna berlokasi di Desa Rimbo Pengadang, Air Dingin, perbatasan Kabupaten Rejang Lebong dengan Kabupaten Lebong. Luas lokasi Telaga Putri Tujuh Warna tersebut diperkirakan mencapai 50 hektare dengan jarak tempuh 20 km dari pusat kota Curup, ibu kota Kabupaten Rejang Lebong, atau sekitar 120 km dari Bandara Fatmawati, Kota Bengkulu.

Untuk mencapai lokasi, para wisatawan harus menempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak lebih kurang dua jam perjalanan. Objek wisata tersebut selama ini belum terpublikasikan serta belum ada pengelolaan, padahal sangat bagus dan memiliki kekhasan yakni memiliki air tujuh warna.

"Belum lama ini ada rombongan turis dari Malaysia berkunjung ke Bengkulu, kita bawa ke Telaga Puteri Tujuh Warna itu, dan ternyata mereka sangat tertarik," katanya.

Bahkan, para wisatawan mancanegara itu sangat kagum dengan keindahan dan keunikan telaga terebut, karena dari tujuh telaga yang ada, warna airnya berbeda-beda.

"Mereka kagum dan aneh. Keunikan telaga tersebut tidak ditemukan di tempat mana pun di dunia," katanya.
Sumber: media-indonesia.com

Danau Toba
















Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik sebesar 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2800km3, dengan 800km3 batuan ignimbrit dan 2000km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar ribuan saja.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Pesona Danau Lau Kawar yang Semakin Terlewatkan

Danau Lau Kawar

KEINDAHAN Danau Lau Kawar seakan tenggelam dalam pesona Danau Toba yang menjadi andalan negeri ini. Dibandingkan dengan luas Danau Toba yang mencapai 1.265 kilometer persegi, luas Danau Lau Kawar yang hanya 200 hektar memang tak ada apa-apanya. Tetapi, Lau Kawar sebenarnya memiliki pesona tersendiri yang tidak kalah indahnya dibandingkan dengan Toba yang sudah mendunia.

JALAN berliku dan sempit menuju danau di ketinggian 1.425 meter di atas permukaan laut tersebut niscaya segera terlupakan. Keindahan segera mengusir kepenatan begitu sampai di tepian Danau Lau Kawar.

Air danau yang bening dan tenang, serta udara yang sejuk, adalah sambutan pertama saat mencapai danau ini. Keindahan akan kian terasa saat berdiri di tepi danau.

Rakit-rakit kecil para pencari ikan yang baru menepi bersamaan dengan tenggelamnya matahari adalah pesona yang luar biasa indahnya. Riak gelombang yang lembut memecah bias bayangan mereka.

Ikan yang dicari para penjala dan pemancing tersebut juga bisa langsung dibeli untuk kemudian disantap di tepi danau. Bara api pembakaran ikan dan bau sedap ikan bakar niscaya akan menghalau udara dingin di sekitar danau.

Selain air jernih dan tenang, rimbunan pepohonan mengelilingi danau ini adalah pesona tersendiri. Di tengah gencarnya pembabatan liar, ternyata masih ada hutan yang relatif lestari.

DANAU Lau Kawar di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, adalah satu dari dua danau di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), selain Danau Marpunge.

Danau ini merupakan salah satu pintu gerbang utama para pendaki untuk mencapai puncak Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.451 meter dpl. Selama ini gunung tertinggi di Sumut ini merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki.

Di samping itu, Deleng (bukit) Lancuk yang berada di sekitar Danau Lau Kawar bisa juga menjadi jalur tracking yang menawan bagi para pelancong yang tak ingin bersusah-susah mendaki Sinabung.

Dan tanah lapang di sekitar danau bisa menjadi tempat favorit untuk menginap dengan mendirikan tenda selama pendakian ke Gunung Sinabang.

Seperti Arya (18), pelancong yang ditemui Lau Kawar, mengatakan, hampir setiap liburan sekolah dia berkunjung ke Lau Kawar dengan teman-teman sekolahnya. Menurutnya, area wisata Lau Kawar sangat lengkap, yaitu terdapat danau untuk kegiatan berenang, gunung untuk kegiatan pendakian, dan hutan untuk tracking.

"Wisata di sini murah meriah. Kami bisa bermalam juga dengan mendirikan tenda beramai-ramai di tepi danau. Kalau mau, kita juga bisa keliling danau dengan naik rakit," katanya.

Dengan segala potensi pesona alamnya, hingga saat ini pengunjung Lau Kawar masih sangat sedikit. Tidak setiap hari Lau Kawar dikunjungi pelancong. Lau Kawar hanya didatangi pengunjung pada hari Sabtu sore, Minggu, atau saat liburan sekolah.

Pada saat liburan, jumlah pengunjung di Lau Kawar rata-rata 400-500 orang. Para pengunjung ini biasanya membawa perlengkapan tenda dan makan sendiri. Tiket pengunjung yang relatif murah, sebesar Rp 2.000 per orang, memang terjangkau bagi pelajar dan mahasiswa.

Menurut Pelin Sembiring (35), Pengelola Lau kawar dan Anggota Tim Penyelamat di Danau Lau Kawar dan Gunung Sinabung, sekitar 90 persen pengunjung Lau Kawar adalah kelompok pencinta alam, baik dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

"Mungkin karena terletak di kaki gunung tertinggi di Sumatera Utara, Danau Lau Kawar lebih akrab di telinga kelompok pencinta alam, khususnya pendaki gunung," ujarnya.

FASILITAS di sekitar Lau Kawar memang belum disiapkan untuk keluarga yang menginginkan fasilitas istirahat yang nyaman. Di sekitar Lau Kawar hanya terdapat satu penginapan sederhana dengan tarif Rp 25.000 per kamar. Sedangkan tempat makan hanya berupa kedai kecil yang menjual mi rebus dan goreng-gorengan.

Selain itu, jalan menuju Lau Kawar yang berliku juga sempit yang agaknya membuat agen perjalanan enggan menyertakannya menjadi rute perjalanan wisatawan sehingga danau ini tetap sepi pengunjung. Padahal, jarak Lau Kawar ke Medan hanya sekitar 80 km, atau sekitar 30 km dari Kota Brastagi.

Dari Kota Medan, pengunjung dapat naik bus trayek Medan-Kabanjahe dari Terminal Pinang Baris. Setelah sampai di Brastagi bisa turun di terminal, dan bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan pedesaan dengan trayek Takshima yang akan berakhir di Danau Lau Kawar. Namun, pelancong harus sedikit sabar karena trayek Takshima ini agak jarang.

Sepanjang jalan dari Brastagi ke Lau Kawar bisa disaksikan kesuburan tanah Karo Simalem atau Karo yang cantik. Aneka sayur terhampar luas, berseling dengan ladang jeruk yang dipenuhi buah yang menguning. Kalau mau, pelancong bisa membeli jeruk yang baru dipetik dari ladang dengan harga murah.

Tanpa ada uluran tangan berbagai pihak, pesona Lau Kawar dan keindahan jalan menuju danau ini agaknya akan tetap tersembunyi dan hanya akan dinikmati mereka yang terbiasa dengan petualangan. (AHMAD ARIF)

Selasa, 03 Maret 2009

Danau Dan telaga Yang Ada Di Sumatera Barat.

1. Danau Singkarak
Danau yang terletak di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah datar ini adalah danau yang terbesar di Sumatera Barat.Di danau singkarak ini hidup sejenis ikan kecil-kecil yang dikenal dengan ikan bili, yang diolah oleh masyarakat sekitar menjadi makanan khas singkarak.Tentang Danau singkarak lihat disini

2. Danau Maninjau
Danau yang terletak di Kabupaten Agam ini memiliki keindahan alam yang tiada tara,disini ada Panorama Kelok 44,ada Panorama Puncak Lawang,Danau ini sangat terkenal di Manca Negara
sebagai salah satu destinasi paragliding yang terindah. Tentang Danau Maninjau baca disini

3. Danau Kembar (Danau Diatas dan Dibawah)
Danau ini terletak di Kabupaten Solok yaitu di Alahan Panjang.Danau ini terdiri dari dua buah danau,Danau Diatas terletak di pinggir jalan Padang-Muara Labuh sedangkan yang satu lagi Danau DiBawah terletak di nagari Bukit Sileh Kecamatan Lembang jaya.Tentang Danau kembar lihat disini

4. Danau Talang
Danau yang terletak di pinggang Gunung Talang Kabupaten Solok ini belum se populer Danau Diatas dan Dibawah,Danau yang tidak terlalu luas ini memiliki panorama alam yang indah.Tentang Danau Talang Lihat Disini

5. Telaga Dewi
Telaga yang terletak di Puncak Gunubg Singgalang ini merupakan bekas kepundan Gunung Singgalng yang sudah tidak aktif lagi.Telaga Dewi menurut cerita/legenta menjadi tempat mandinya para bidadari....Tentang telaga Dewi baca disini

Sabtu, 28 Februari 2009

Telaga Dewi Di Puncak Gunung Singgalang

Inilah Telaga Dewi yang mengakhiri perjalanan pada track ketiga. Permukaan air telaga sangat tenang dan suhunya sangat dingin, serta terasa sangat sunyi. Telaga Dewi berada diketinggian 2760 meter dari permukaan laut. Luasnya sekitar 1 hektar. Bila tiba di telaga ini, berarti sebenarnya sudah berada di puncak Singgalang, kendati puncak yang sebenarnya masih satu jam lagi pendakian.

Biasanya, banyak pendaki yang mendirikan perkemahan di sekitar telaga, karena tersedianya air tawar yang sangat melimpah. Telaga Dewi adalah bekas kawah yang ketika itu Gunung Merapi Singgalang, masih aktif. Dan udara cerah, hanya sesekali saja.

Dan ketika kabut reda, kami secepatnya memutuskan meninggalkan Telaga Dewi ini menuju puncak bukit Singgalang. Dibandingkan ketiga track yang sudah kami lalui, track terakhir ini cenderung lebih mudah.

Tidak ada lagi tanjakan terjal yang menguras tenaga, hanya harus waspada karena jalur ini berlumut dan banyaknya batang kayu yang rubuh dan saling tumpang tindih. Disini tumbuhan lumut memang luar biasa lebat dan luas. Seolah pemandangan disini membawa Kami menerobos lorong waktu dan tiba pada jaman purba di era tundra, berjuta-juta tahun yang lalu. Biopita atau lumut ini, ikut berperan pada pembentukan tanah.

Yang menarik di puncak ini adalah kurangnya sinar matahari akibat terhalang rapat pepohonan, sehingga udara semakin lembab dan tempat yang cocok bagi tumbuhnya lumut. Lumut adalah tumbuhan yang unik. Yang mampu melakukan fotosinthesa dengan cepat tanpa memerlukan bantuan sinar matahari yang banyak.

Namun selain indah dan menakjubkan, luasnya areal lumut ini mampu menjerumuskan pada daratan tak berujung. Karena jarak pandang tersamar oleh daratan yang bentuknya sama. Dan inilah, akhir pendakian Kami, puncak Gunung Singgalang. Setelah mendaki lebih dari 8 jam, sejak dari Pandai Sikek, kami berhasil menjejakkan kaki pada ketinggian 2877 meter.

Rasa capai hilang serta merta ketika berada di puncak. Tidak ada lagi pepohonan dan batu cadas, yang menghalangi pemandangan. Udara sangat dingin, bahkan menurut pemandu, pada saat-saat tertentu bisa mencapai 5 derajat celcius.

Dari permukaan yang tidak terlalu luas ini, pemandangan Kota Bukit Tinggi dan Ngarai Sianok menjadi sangat menarik. Dari sini juga kami bisa melihat puncak Gunung Merapi yang seolah berdiri sama tinggi dengan Gunung Singgalang. Sama seperti gunung merapi di Pulau Jawa, Gunung Merapi Sumatera juga masih aktif. Dari puncak Singgalang ini, Kami bisa melihat asap tipis keluar dari kawahnya. Kami pun menginap semalam di puncak Singgalang. Dan itulah malam yang berkesan.(Ijs)

by indosiar.com

Info untuk kenyamanan perjalanan wisata anda.

WISATA DANAU RANAU

Danau Ranau

Danau Ranau merupakan danau terbesar dan terindah di Sumatera Selatan yang terletak di kecamatan Banding Agung Kabupaten UKO Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari kota palembang, 130 km dari kota Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari kota Palembang. Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Propinsi Lampung.

Danau Ranau yang mempunyai luas sekitar 8×16 km dengan latar belakang gunung Seminung (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari cerah suhu berkisar antara 20° - 26° Celsius. Terletak pada posisi 4°51′45″ bujur selatan dan 103°55′50″ bujur timur.

Menurut legenda yang ada, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan/belahan itu. Dan lama-kelamaan lubang besar itu penuh dengan air. Kemudian di sekeliling danau baru itu mulai ditumbuhi berbagai tanaman, di antaranya tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakanlah Danau Ranau. Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut.

Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas alam yang keluar dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa yang terletak tidak jauh dari air panas.

Kami, satu rombongan, menyempatkan menginap di wisma VARITA Pusri yang terletak di tepi danau Ranau ini. Tempat yang strategis untuk menikmati keindahan danau ini. Sayangnya, pengelolaan danau Ranau sebagai aset pariwisata dirasa sangat kurang. Beberapa infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan listrik, belum memadai.

Danau Talang yang Mempesona



Ternyata, selain Danau Kembar dan Danau Singkarak yang sudah populer, Kabupaten Solok masih memiliki danau lain yaitu Danau Talang. Danau ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dinikmati terutama suasana dan keindahan yang dimilikinya
Danau yang berada di Kenagarian Kampuang Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar itu terlihat anggun dipandang mata. Dengan dikelilingi oleh rangkaian bukit-bukit dari Gunung Talang seakan menyuguhkan panorama alam yang sangat indah. Sayangnya, belum begitu banyak pengunjung yang bisa menikmatinya. Masih bnayak masyarakat yang belum mengenal Danau Talang.

Adri, 47 th, salah seorang warga Jorong Aia Tawar, Kenagarian Kampuang Batu Dalam, dalam kehidupan sehari-harinya selalu memanfaatkan danau ini. Setiap hari ketika hendak ke ladang, yang terletak di seberang danau, ia jelas melalui danu Talang. Tak jarang pula dalam waktu senggangnya, Aldi mencari ikan di danau itu.

“Saya suka mencari ikan di sini. Ikannya besar-besar. Dengan menggunakan sampan, saya betah berlama-lama berada disini. Danau ini merupakan jalan satu-satunya menuju keladang saya,” ucap Aldi kepada padangmedia.com.

Sambil pergi keladang, kata Aldi, ia juga menyempatkan diri untuk memancing ikan. Kadang ia bisa dapat ikan sebanyak 4 kilo. “Lumayanlah buat makan sekeluarga”, jelasnya

Adri mengakui jarang sekali orang berkunjung ke danau ini. Kalaupun ada, jumlahnya bisa dihitung jari. Padahal pemandangannya cukup bagus dan mempesona. Menurut Adri, pengunjung danau tampak lebih banyak pada hari-hari besar, tahun baru dan semacamnya. Itupun tidak akan berlangsung lama. “Kalau mereka datang siang, sorenya kembali pulang. Lebih banyak anak mudanya dibandingkan orang yang datang dengan keluarga,” tambahnya.

Masih sedikitnya pengunjung yang datang ke Danau Talang, pikir Adri, karena disebabkan akses kelokasi danau itu sangat sulit, disamping jalan yang tersedia baru berupa jalan tanah, jaraknya dari jalan raya Bukit Sileh-Alahan Panjang juga mencapai 3 kilometer. “Selain jauh, jalannya juga banyak tanjakan. Maklun saja, tempatnya berada di pinggang Gunung Talang,” katanya.

Adri berharap kepada Pemerintah agar jalan menuju ke lokasi danau itu bisa diperbaiki, agar masyarakat baik yang akan pergi berladang maupun untuk berekreasi dapat lancar sampai kelokasi. (gar)

copy by padangmedia.com

Info untuk kenyamanan perjalanan wisata anda.

Pesona Danau Kembar di Lereng Bukit Barisan

PadangKini.com | Minggu, 6/4/2008, 19:07 WIB

Oleh: Syofiardi Bachyul Jb/PadangKini.com

SUMATERA Barat provinsi yang kaya dengan danau. Ada lima danau di sini, Danau Maninjau, Danau Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Danau Talang. Kecuali Danau Maninjau, empat danau lainnya terdapat di Kabupaten Solok.

Karena itu, Solok adalah kabupaten yang kaya dengan danau di Sumatera Barat. Bahkan, tiga danaunya, yaitu Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Danau Talang terletak di sebuah kawasan yang disebut Kawasan Danau Kembar.

Disebut Kawasan Danau Kembar, karena dua danau, yaitu Danau Diatas dan Danau Dibawah terletak berdampingan yang jaraknya hanya sekitar 300 meter. Kawasan ini lebih dulu dikenal sebagai objek wisata karena terletak di pinggir jalan raya Padang-Muaralabuh-Kerinci.

Sedangkan Danau Talang berada sekitar 4,5 km dari kedua danau ini. Lokasinya yang berada di pinggang Gunung Talang dan jauh dari jalan raya membuat danau ini juga pernah dikenal sebagai objek wisata. Sayang letusan Gunung Talang dalam tiga tahun terakhir membuat danau ini tak bisa dikunjungi, karena masih merupakan area terlarang ke sana.

Meski memiliki tiga danau vulkanik ini, Pemerintah Kabupaten Solok menamai kawasan yang terletak di Kecamatan Lembang Jaya dan Kecamatan Lembah Gumanti ini sebagai Kawasan Wisata Danau Kembar.

Kawasan tersebut saat ini sedang dikembangkan sebagai objek wisata andalan. Tidak saja objek wisata andalan Solok, bahkan juga andalan Sumatera Barat.

Untuk mencapai kawasan ini sangat mudah. Dari Kota Padang kita bisa naik bus antarkota dalam provinsi menuju Alahan Panjang atau Muaralabuh dengan ongkos Rp10.000.

Jarak 60 km ditempuh selama 1,5 jam dengan jalan yang berkelok-kelok. Dalam perjalanan kita dapat melihat lokasi Pabrik PT Semen Padang yang merupakan pabrik semen tertua di Sumatera dan hamparan perkebunan teh PT Perkebunan Nusantara VI Kebun Danau Kembar. Jika perjalanan ditempuh dengan kendaraan pribadi, hanya sekitar 1 jam.


Pemandangan Sepanjang Jalan

Menjelang sampai di lokasi udara akan terasa dingin dan kita sudah dapat menyaksikan Danau Diatas di sebelah kanan dari jendela mobil. Jika dengan bus umum kita harus turun di Pasar Simpang. Di sini ada dua simpang, simpang di kanan dengan jalan menurun merupakan jalan ke Danau Diatas, di mana danaunya terlihat dengan jelas karena berada di bawah.

Sedangkan simpang lainnya yang berada di kiri merupakan jalan mendaki. Jalan ini menuju Danau Dibawah. Nama kedua danau yang kontradiktif dengan lokasinya ini, sering membuat pengunjung bertanya, kenapa danau yang terletak di atas bukit dinamakan Danau Dibawah, sedangkan yang berada di bawah bukit atau di bawah jalan dinamakan Danau Diatas.

Itu karena meski terletak di atas bukit, ketinggian permukaan air Danau Dibawah sama tingginya dengan dasar danau Danau Diatas.

Danau Diatas dengan luas 17,20 meter persegi, panjang 6,25 km dan lebar 2,75 km, permukaan airnya berada pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut (m dpl). Danau ini cukup dangkal, dengan bagian terdalam hanya 44 meter.

Sedangkan permukaan air Danau Dibawah berada pada ketinggian 1.566 mdpl. Artinya, permukaan airnya sama tinggi dengan dasar air Danau Diatas. Namun, danau yang memiliki luas 16.90 meter persegi, panjang 5,62 km dan lebar 3,00 km ini sangat dalam, yaitu 886 meter.

Begitu turun dari bus di Simpang kita bisa naik ojek ke Danau Diatas atau Danau Dibawah. Tarifnya sama, yaitu Rp2.000. Biasanya pengunjung memilih pergi ke Danau Diatas lebih dulu dengan karcis masuk Rp1.500 untuk anak-anak dan Rp2.000 untuk dewasa.

Di sini ada sejumlah kapal motor angkutan milik pengusaha lokal yang digunakan sebagai transportasi antar desa di sekitar danau. Kapal-kapal ini alat vital bagi petani sayur dan buah di seberang danau untuk membawa hasil pertaniannya ke Pasar Simpang. Dermaga kapal ini dikelola Angkutan Sungai, Danau, dan Perairan (ASDP).

Setiap saat kita bisa ikut naik kapal ini menuju salah satu desa untuk kemudian kembali dengan tarif pulang-pergi hanya Rp2.000. Kita bisa menyaksikan luasnya Danau Diatas dengan bukit-bukit kecil yang merupakan bagian Bukit Barisan yang mengelilinginya. Terlihat juga keramba ikan milik penduduk.

Pada Minggu atau hari libur biasanya salah satu kapal ini melayani rute wisata, yaitu keliling danau dengan tarif Rp5.000 per orang.

Tak jauh dari dermaga ada tempat yang sering dijadikan arena pemandian oleh pengunjung, terutama anak-anak. Di sekitar itu juga ada lapangan kecil di bawah rindang pohon pinus yang sering digunakan untuk berbagai kegiatan oleh pengunjung.


Tak Bisa Keliling di Danau Dibawah

Berkeliling dengan kapal tidak bisa kita nikmati di Danau Dibawah. Danau ini dikelilingi sejumlah bukit yang besar dan air danau sangat jauh dari lokasi pemandangan yang dibangun pemerintah. Tak seperti di Danau Diatas, kita tidak bisa menyentuhkan tangan atau kaki ke dalam air. Hanya saja pemandangannya indah. Dari panorama ini kita juga bisa melihat Danau Diatas.

Di panorama Danau Diatas ini ada warung-warung kecil yang berjualan markisa dan terung belanda sebagai buah-buahan khas daerah ini. Juga ada yang menjual aneka bunga gunung di dalam pot kecil hingga besar. Satu pot harganya Rp5.000 hingga Rp15.000.

Ada juga yang menjual bunga kering sari gunung untuk hiasan. Bunga kering ini dikeringkan dari sejenis bunga rumput yang tumbuh di rawa di sekitar danau. Bunga rumput ini hanya muncul sekali setahun di Danau Diatas. Cara mengolahnya diambil dan dijemur, sehingga keluar sari bunganya. Seikat harganya Rp5.000 sampai Rp15.000.

Usai melihat kedua danau ini, sebenarnya kita bisa pergi ke Danau Talang yang terletak di atas bukit. Kita bisa menyewa ojek dengan tarif Rp10.000 pulang-pergi. Danau Talang luasnya 1,30 km per segi dengan panjang 1,5 km dan lebar 88 m. Di Danau Talang udara terasa lebih dingin dan suasananya sunyi.

Sayang, karena danau ini terletak dekat kawah Gunung Talang yang sedang aktif dan sering meletus, kawasan ini sedang tertutup buat pengunjung. Selain itu, pemandangan terakhir danau ini sudah tertutup abu letusan Talang.

Kawasan Danau Kembar juga terkenal penghasil sayur-mayur seperti wortel, kubis, dan kol bermutu tinggi. Selain itu juga penghasil buah markisa dan terong belanda. Sedikitnya setiap tahun sekitar 45 ribu wisatawan domestik berkunjung ke tempat ini. Namun kunjung wisatawan asing hanya sekitar 500 orang per tahun.

Pemerintah Kabupaten Solok saat ini sedang berupaya mengembangkan kawasan ini menjadi objek wisata yang menarik. Pemerintah Kabupaten Solok sudah membangun resort pinggir danau di Lembah Gumanti, yaitu salah satu sisi terindah Danau Diatas.

Di sini ada convention hall berkapasitas 800 orang disewakan untuk berbagai acara dengan tarif per hari Rp200 ribu. Sedangkan fasilitas penginapan, dua vila besar tingkat dua dari semen dengan tiga kamar lengkap dengan ruang tamu dan dapur dengan tarif Rp250 ribu per malam.

Selain itu ada dua vila kecil dari kayu dengan satu kamar. Tarif satu vila per malam Rp125 ribu. Juga tersedia 10 cottage, yang tiap cottage tarifnya Rp100 ribu per malam.

Pemkab Solok sedang mengembangkan kawasan wisata Danau Kembar yang memiliki tiga danau ini menjadi kawasan wisata agro di mana pengunjung bisa menikmati danau sambil menikmati pemandangan hamparan kebun sayur-mayur, buah-buahan, dan perkebunan teh.

Perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara VI sendiri yang hanya berjarak sekitar 15 km dari Danau Kembar juga menjadi lokasi agrowisata. Di sini tersedia guest house, lapangan tenis, lapangan bola, home stay, dan jalur jalan kaki di tengah hamparan kebun teh yang terletak di lereng Gunung Talang itu.

Sayang home stay sekarang tak lagi ada. Dua tahun lalu home stay masih nyaman dengan sewa semalam Rp150 ribu sudah termasuk makan pagi. Karena tak ada yang mengurus secara khusus di perusahaan, home stay ini terlantar. Meski begitu, lokasi perkebunan teh ini ini sangat cocok digunakan sebagai tempat liburan bersama keluarga. Bahkan hampir setiap akhir selalu ada pelajar atau pegawai instansi yang berkembah di sana. **

di copy dari Padangkini.com

Info untuk kenyamanan perjalanan wisata anda.

Indahnya Danau Singkarak, Renyahnya Ikan Bilih

Danau Singkarak,kab.Solok

Oleh : Purwandi

PADANG - Pasir yang halus membentang di pinggir pantai dan dipermainkan riak kecil. Dari kejauhan, beberapa orangberada di perahu di tengah laut, menikmati keindahan alami yang ditawarkan.
Pesona alam ini masih dipercantik dengan hamparan Bukit Barisan yang mengelilinginya. Gunung Singgalang dan Marapi menjulang tinggi menjadi “penjaganya”.
Pesona Danau Singkarak memang tidak pernah putus kalau diceritakan. Objek wisata yang satu ini menjadi salah satu primadona pariwisata Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Letaknya pun strategis, berada di antara Kabupaten Tanah Datar dan Solok.
Kabupaten Solok memang kaya dengan danau. Menurut data Pemerintah Kabupaten Solok, Danau Singkarak merupakan salah satu dari lima danau yang dijadikan objek wisata unggulan. Empat danau yang lain adalah Danau Diatas yang terletak di Kecamatan Lembah Gumanti pada dataran tinggi Alahan Panjang, dengan luas kurang lebih 17,19 hektare.
Lalu Danau Dibawah, dengan luas sekitar 16,83 hektare, yang terletak sekitar satu kilometer sebelah selatan Danau Diatas. Danau ketiga dinamakan Danau Talang, yang terletak di Kecamatan Lembang Jaya, berada kurang lebih dua kilometer dari Danau Kembar (Danau Diatas dan Danau Dibawah).
Danau Singkarak sendiri merupakan danau terluas kedua di Sumatera setelah Danau Toba. Danau Singkarak yang luasnya 107,8 hektare berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Tanah Datar.
Pemandangan Danau Singakarak masih seperti dulu, beberapa tahun lalu. Pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang tepian danau, menjadi pembatas antara daratan dan air. Lingkungan yang asri dan hawanya yang sejuk, juga menjadi kenikmatan tersendiri jika Anda berkunjung ke sana. Danau Singkarak berada sekitar 80 kilometer dari Kota Padang. Jika hendak berangkat ke sana, dari Padang bisa menggunakan angkutan umum dengan biaya sekitar Rp 20.000.
Nah, ketika sudah tiba di Danau Singkarak, tidak nikmat rasanya kalau tidak berenang. Airnya yang jernih seperti merajuk untuk direnangi. Tetapi agar bisa berenang dengan lebih aman, ada penduduk di sekitar danau yang menyewakan ban karet. Tarifnya pun tidak mahal, hanya Rp 1.000 per ban.
Menjelajahi Danau Singkarak juga tak lengkap rasanya kalau tidak menggunakan perahu, atau perahu motor dan becak danau untuk berkeliling. Ongkosnya pun relatif murah. Untuk perahu motor cukup membayar Rp 10.000 per orang dengan kapasitas perahu sekitar 20 orang. Sedangkan becak danau Rp 5.000 per orang dengan kapasistas 5-7 orang.
Masih ada keistimewaan lain yang hanya dimiliki Danau Singkarak, yakni terdapat spesies ikan langka yang mungkin hanya satu-satunya di dunia. Spesies ini bernama ikan bilih (Mystacoleucus padangensis). Ikan ini tidak bisa dibudidayakan di luar habitat aslinya, baik di akuarium, kolam, bahkan dalam jala terapung yang ada di Danau Singkarak sekalipun. Bentuk ikan bilih mirip teri, namun hidup di air tawar.
Oleh warga sekitar, ikan ini menjadi sumber mata pencarian. Namun, karena ikannya makin langka, harganya pun lumayan bervariasi.
Oleh nelayan di Danau Singkarak, ikan itu dijual dengan harga Rp 10.000-15.000 per kilogram. Akan tetapi, kalau sudah masuk ke pasar, harganya meningkat menjadi Rp 25.000-50.000 per kilogram. Anda dapat pula menikmati hidangan di sekitar Danau Singkarak, karena ada warga yang membuka rumah makan dengan menu andalan ikan bilih.

Di copy sinar harapan go.id

info untuk kenyamanan perjalanan wisata anda

Meninjau Danau Maninjau



Danau Maninjau di Sumatera Barat adalah satu dari danau yang paling menakjubkan di Indonesia. Danau vulkanik ini terletak kurang lebih 461 meter di atas permukaan laut. Dengan ukuran kurang lebih 100 meter persegi dengan kedalaman maksimum 500 meter, danau ini memiliki sebuah legenda yang berkaitan. Berdasarkan legenda di ranah Minang mengenai "Bujang Sembilan", salah satu di antaranya meninggal dengan cara menceburkan diri ke dalam kawah. Kawah ini kemudian membesar dan di kemudian hari terbentuklah danau di sini.

Danau Maninjau memiliki resor berbintang lima yang berada di puncak bukit. Dengan pemandangan yang menyenangkan dan menenangkan hati, menginap di daerah Maninjau akan menjadi pengalaman yang mengesankan.

Desa Maninjau terletak di samping danau. Buya HAMKA, salah satu sastrawan terkenal di Indonesia, dilahirkan di sini. HAMKA menulis buku yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk yang fenomenal itu. Figur terkenal lainnya yang dilahirkan di sini adalah Rangkayo Rasuna Said, salah satu pahlawan nasional di Indonesianya. Nama perempuan ini diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Jakarta.

Maninjau Lake. Source from loola.net

Cara Mencapai Daerah ini
Terletak 35 kilometer dari kota Bukittinggi, Anda dapat menyewa mobil untuk mencapai daerah Danau Maninjau. Angkutan umum juga banyak tersedia.

Tempat Menginap
Berbagai penginapan atau hotel di wilayah Bukittinggi. Anda juga dapat menginap di resor Danau Maninjau.

Berkeliling
Dengan menggunakan mobil atau angkutan umum, Anda dapat menikmati pemandangan yang spektakuler.

Tempat Bersantap
Anda dapat memuaskan lapar dan dahaga di restoran-restoran terdekat, atau dapat juga di daerah hotel atau penginapan. Makanan Sumatera Barat terkenal pedas, jadi pandai-pandai lah memilih.


Buah Tangan
Songket, atau aneka produk terbuat dari songket khas Sumatera Barat (berupa sandal, sepatu, tas, tempat koin, dan lain sebagainya), juga pernak-pernik unik lainnya tersedia. Anda juga dapat membeli oleh-oleh berupa makanan kering khas Sumatera Barat seperti keripik singkong pedas.


Lake Of Maninjau. Source from travelblog.org
Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Selain mengagumi pemandangan yang ada, Anda dapat berekreasi di danau, walaupun fasilitas terbatas. Sayangnya, karena di daerah ini busana minim/renang yang ketat dianggap kurang sopan, maka bagi yang ingin berenang tidak dapat melakukannya di Danau Maninjau. Anda dapat berenang di resor atau berbagai hotel yang menyediakan fasilitas kolam renang. Di resor Maninjau Anda juga dapat mengunjungi fitness center dan jogging track yang tersedia.

Tips
Hormati penduduk setempat. Berpakaianlah secara kasual namun sopan. Untuk menikmati Danau Maninjau sepenuhnya, menginaplah di Resor Danau Maninjau.

Dicopy dari www.my-indonesia.info

Info untuk kenyamanan perjalanan wisata anda.